Kamis, 09 April 2009

Tangisan Awan

Aku tak mengerti
mengapa awan tiada memahami
terkadang aku ingin sendiri
tanpa ada yang menemani

Seperti saat ini
diterpa terik mentari
sungguh aku menyendiri
tak ingin ada yang menghampiri

Tetapi awan bergumpal datang
bersama kesedihan yang tersandang
menebar kelam mendung menjelang
disertai jeritan panjang

Aku, langit tak ingin berdusta
kupandang awan menangis penuh luka
mungkin ia butuh pelipur lara
setelah lama menyimpan nestapa

Lihatlah mentari tak sembunyi
mungkin ia ingin berbagi
berharap awan tak menangis lagi
tersenyum cerah sepanjang hari

Tidak ada komentar: