Senin, 30 Mei 2011

Di Arung Jeram Cinta

Herman sengaja meninggalkan Meyra berdua dengan Danar. Pria itu yakin adiknya sudah mampu menguasai emosinya. Meskipun demikian, ia tetap mengawasi keduanya.
"Kata Mas Herman, kau ada perlu, "ujar Meyra membuka percakapan dengan tenang. "Katakanlah."
Danar tertegun. Gadis di hadapannya yang dulu begitu lemah tak berdaya, kini benar-benar berubah. Meyra tampil penuh percaya diri.
"Kedatanganku ini hanya untuk menyampaikan pesan istriku, "ujar laki-laki itu setelah berhasil menguasai perasaannya. "Dia ingin aku menikahimu."
"Apa?!"


"Asalamualaikum."
Nada menoleh sambil menjawab, "Waalaikumussalam. Eh, sudah pulang, "wanita itu berusaha berdiri sambil berpegangan pada sisi meja.
Tantra bergegas menghampiri dan membantu istrinya berdiri. "Terima kasih, Mas, "Nada tersenyum.
"Kelihatannya sedang melamun?"
Nada menggeleng. "Tidak, aku cuma teringat waktu kita menginap di rumah Ayah."
"Bagian yang mana, Mbak?"
Nada menyadari suaminya mulai iseng. "Ya, semuanya...."
"Jadi, termasuk yang ..., "Tantra meringis kesakitan karena mendadak kakinya diinjak sesuatu yang keras.
"Mau lagi?"
Tantra melihat ke arah kakinya yang malang. Ternyata istrinya mengenakan sandal kesehatan. "Maksudmu mau lagi apanya?" Pemuda yang sebentar lagi menjadi ayah itu masih saja menggoda istrinya.
Nada melotot. "Mau diinjak...."
Tantra cepat-cepat melesat ke kamar mandi untuk menyelamatkan diri.


Tidak ada komentar: