Sabtu, 15 Agustus 2009

Musim dan Masa

Musim silih berganti
hingga tumbuhkan lagi
kelopak serta daun yang gugur
mencium tanah terbujur

Masa yang telah berlalu
tak kan kembali seperti dulu
sebab dia bukanlah surya
yang setia bersama pijarnya

Hidup hanyalah persinggahan
sambil menunggu tiba giliran
bagai rembulan mengintai malam
berdebar dada terasa menghunjam

Berlalulah barisan musim beriring
temani masa telusuri curam tebing
mengantar kita pada yang satu
bersujud diri di hadapan Sang Pemilik Waktu

Tidak ada komentar: